Kamis, 01 Maret 2012

Definisi Kartografi dan GIS (Persamaan, perbedaan, dan perbandingan)


Kartografi adalah seni, ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pembuatan peta, sekaligus mencakup studinya sebagai dokumen ilmiah dan hasil karya seni (ICA, 1973). Proses kartografi adalah proses grafis sampai sebuah gambar manjadi peta yang terlihat informatif (map composition).
Bahan Kartografi ialah semua bahan yang secara keseluruhan atau sebagian menggambarkan bumi atau benda angkasa dalam semua skala, termasuk peta dan gambar rencana dalam 2 dan 3 dimensi; peta penerbangan, pelayaran, dan angkasa; bola peta bumi; diagram balok; belahan; foto udara, satelit, dan foto ruang angkasa; atlas; gambar udara selayang pandang, dan sebagainya

GIS (Sistem Informasi Geografi) adalah sistem komputer untuk memasukkan, menata, mengolah dan mempresentasikan data yang memiliki referensi ruang. Aplikasi GIS ini meliputi banyak sekali sektor, mulai dari analisis lingkungan, optimasi route lalu lintas, perencanaan wilayah, facility management, riset pasar, dsb. Dengan demikian terlihat bahwa dalam beberapa aplikasi GIS diperlukan data tematik yang belum terdapat pada peta rupabumi, misalnya data kependudukan, data lalu lintas dsb. Peta digital hanya menyediakan data dasar atau data baku, yakni geometri dari permukaan bumi yang benar. Untuk beberapa jenis aplikasi GIS, misalnya analisis banjir, modeling produksi padi, simulasi propagasi gelombang radio atau perkiraan tempat-tempat rawan kecelakaan di jalan raya, peta digital bisa langsung dipakai dalam analisis. Namun untuk sebagian besar aplikasi GIS, data dari peta digital masih harus ditambah data lain, atau ditingkatkan kompleksitasnya.

Persamaan dan Perbedaan Kartografi dan GIS

Hasil proses kartografi adalah peta yang digambarkan pada kertas. Sedangkan GIS menggunakan peta digital sebagai dasar analisis spasial. Proses kartografis ditujukan untuk menghasilkan peta . Obyek di lapangan disimbolkan dengan titik, garis dan area. Bentuk dan ukuran titik dan garis memiliki makna tertentu. Demikian pula dalam hal pewarnaan dan bentuk gradasinya yang sering digunakan untuk menggambarkan suatu tingkatan. Dalam perkembangannya, kartografi yang menggunakan metode analog terbantu dengan munculnya teknologi Computer Assisted Cartography (CAC). CAC yang merupakan perangkat bantu digital yang ditujukan untuk pembuatan peta dengan berbagai aturannya.
Seperti telah diungkapkan dimuka bahwa SIG merupakan perpaduan atau perkawinan antara CAC dengan teknologi basisdata. Pendapat lain mengatakan bahwa SIG merupakan sebuah langkah maju dari kartografi tradisional itu sendiri. Kesamaan umum yang diterima antara kartografi dengan GIS adalah sama-sama menghasilkan peta. GIS menggunakan peta digital sebagai dasar analisis spasial. Subsistem pertama atau subsistem input pada GIS memiliki kesamaan dengan langkah pertama dan kedua pada proses kartografis yaitu pengumpulan data dan kompilasi peta (Robinson, 1995 pada DeMers 1997). DeMers (1997) membandingkan antara proses kartografi yang diterapkan pada kartografi tradisional dengan GIS secara umum sebagai berikut.

Perbandingan Kartografi tradisional dengan GIS
Secara spesifik DeMers membandingkan kartografi dengan GIS berdasarkan pada masing-masing subsistem. Dengan menggunakan sudut pandang masing-masing subsistem tersebut diperoleh perbandingan yang lebih tajam antara proses kartografis dengan proses-proses dalam SIG. Perbandingan ini akan lebih memperjelas “posisi” masing-masing, kartografi dan SIG.



Tugas SISDAL Minggu 1
Mukhamad Fakhrudin Irfan
0910480119 / B


Tidak ada komentar:

Posting Komentar